Senin, 30 Juli 2012

Wonderful PARE


Pare, one of wonderful place in East Java..




Entah sejak kapan, keinginan untuk mengunjungi berbagai daerah di negeri ini mulai tumbuh. Yang pasti, mumpung saya masih muda, saya ingin menjelajahi berbagai tempat di dunia, dan yang paling pertama adalah Indonesia!

Saya lahir dan besar di Jawa Barat bagian Selatan (Ciamis), kemudian sempat kuliah di Bandung selama satu tahun, kemudian hijrah ke Jakarta untuk kuliah sejak tahun 2010 s/d sekarang. Satu provinsi yang belum saya kunjungi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur. Akhirnya, alhamdulillah liburan ini saya berkesempatan pergi ke sana, tepatnya ke Pare (Kampung Kursusan Bahasa Inggris) di Kediri.

Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya saya pergi sendiri ke Kediri dengan menaiki kereta Malabar Express. Ada dua jenis kereta yang bisa anda pilih, jika dari daerah Jabar dan sekitarnya, yaitu Kahuripan dan Malabar Express. Anda bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. Jika ingin menekan pengeluaran, anda bisa menggunakan kereta Kahuripan (Ekonomi) dengan tiket seharga 34 ribu, dengan catatan anda mempunyai waktu banyak dan punya banyak cara untuk menghilangkan bosan di kereta. Karena, lama perjalanan bisa mencapai 12 jam lebih sampai ke stasiun Kediri. Jika ingin lebih cepat, anda bisa memilih Malabar Express, dengan tiket ekonomi seharga 100 ribu-an, ada juga kelas bisnis dan eksekutif dengan lama perjalanan sekitar 8 jam.

How to go to Pare

Berangkat dari stasiun Banjar jam 7 malam, saya sampai di stasiun Kediri pada pukul 4 pagi. Setelah shalat shubuh, saya menunggu hari terang, karena memang angkutan menuju ke Pare baru beroperasi setelah suasana agak ramai. Dari stasiun, anda bisa menaiki becak, dengan ongkos 10 ribu menuju tempat angkutan. Dengan menaiki angkutan, anda akan diantar ke Pare, bahkan bisa diantar ke lokasi langsung dengan membayar minimal 10 ribu.

Gerbang Jl. Brawijaya. Banyak lembaga kursus sepanjang jalan ini.

Sebaiknya anda sudah memesan/membooking tempat yang akan dituju, sehingga ketika tiba di lokasi anda bisa langsung beristirahat setelah perjalanan jauh yang ditempuh. Di Pare, ada banyak kos-kosan, camp (tempat kos yang mewajibkan berbahasa Inggris), lembaga kursusan bahasa Inggris, lembaga kursusan Bahasa Arab, Bahasa Korea, rental sepeda, warung penjual makanan, laundry, mesjid, dsb. Jika tempat kursus anda berjauhan dengan camp yang ditempati, atau anda belajar di beberapa lembaga sekaligus dengan jarak yang cukup berjauhan, saran saya sebaiknya anda merental sepeda. Ada banyak rental sepeda yang menawarkan harga 25 ribu untuk 2 minggu, sampai 50 ribu/bulan.

Choose bicycle as primary vehicle.

Choosing Program

Dari awal sebaiknya anda menentukan target apa yang ingin dicapai, misalnya ingin meningkatkan speaking, ingin mendongkrak score TOEFL, kemampuan translating, dsb.
Selama 2 minggu di Pare, saya mengambil 3 program sekaligus, yaitu program Structure (TOEFL) stage 2, Program Listening Reading (TOEFL), dan Speaking stage 2, semuanya di OXFORD, termasuk tinggal di camp putri OXFORD.
OXFORD ILA (International Language Academy)

Awal kelas, saya dan teman-teman mengikuti pre-test dan saya mendapat score TOEFL sebesar 380. Mengambil 3 program sekaligus, ternyata jadwal setiap harinya cukup padat, saya belajar dari jam 05.00-jam 10.00, kemudian disambung jam 13.00-17.30. Istirahat sebentar, kemudian disambung lagi kelas Listening Reading jam 19.00-20.30. Awalnya, saya merasa kewalahan, karena di malam hari terkadang sudah lelah dan malas untuk belajar. Tetapi, lama-lama terbiasa juga. Dan scoring terakhir, saya mendapat 473 di score TOEFL saya, ah..cukup mendongkrak dalam waktu dua minggu...:)

Berikut referensi mengenai beberapa lembaga kursus di Pare, semoga bermanfaat..:)
-       
      OXFORD : www.kampunginggrisoxford.com


Weekend in Pare

Weekend di Pare tentunya menjadi hal yang sangat dinanti, karena biasanya di akhir pekan pembelajaran libur. Ada banyak pilihan untuk mengisi akhir pekan. Apa saja? Mulai dari tidur seharian, sampai bersepeda di sekitar Jl. Brawijaya menuju alun-alun kota, mengunjungi situs sejarah Candi Surowono dan Gua Surowono, menikmati sunrise dan sunset di sekitar Daffodils. Atau jika ada kelonggaran budget, anda bisa mengunjungi Gunung Kelud, touring ke Bali, dan touring ke Bromo.

Beautiful sunrise dekat perkebunan tebu.


Before Leaving Pare

Sebelum meninggalkan Pare, ada banyak Pareholic dan toko oleh-oleh yang bisa anda kunjungi. Pareholic adalah semacam FO sederhana, yang menjual aksesoris khas Pare.

Freezing moment before leaving Pare, near by Daffodils. (My Friends in Speaking Stage 2, Oxford)


Freezing moment before leaving, my friends in Structure Stage 2 Oxford.
(miss u all :))


3 komentar:

  1. comment aahh :P Indonesia itu indah.. namun kita akan baru menyadari ketika kita keluyuran menjelajahinya... banyak tempat yang Indah namun jarang atau bahkan belum pernah terpublikasikan sebelumnya, Sebagai bentuk partisipasi dalam mengumbar keindahan Indonesia, kita bisa memulai dengan membuat catatan perjalanan + photo yang diposting lewat blog masing-masing. #OnFire...

    BalasHapus
  2. Sepokat ka Irul..

    Saya pun jadi penasaran ingin menginjakkan kaki di Pulau Bontosua, setelah baca dan liat fotonya..:)

    BalasHapus
  3. Keren.. Saya juga suka travelling dari satu tempat ke tempat lainnya didunia khususnya negara Indonesia tercinta

    BalasHapus

Senang jika anda mau meninggalkan jejak di postingan ini..:)

Copyright © 2014 Jurnal Asri