Minggu, 25 Maret 2012

Aku dan Cerita Ibukota



Alarm berbunyi untuk yang sekian kali, dan berkali-kali saya menambah jammya, untuk kemudian tidur kembali. Saya agak susah tidur, dan bisa tidur ketika mengantuk itu merupakan sebuah nikmat.
Alarm berbunyi lagi. Argghhh!!! Jam 10.11! Saya langsung beranjak dari ranjang, menyambar handuk saya, mandi, kemudian bersiap-siap untuk pergi. Hari ini minggu ke empat Maret dimana saya harus mengikuti pelatihan menulis. Acaranya jam 10.00 dan saya baru bangun jam 10.11 pula! Gila!!

Kepala saya masih pusing, dan segera mencari ojeg yang tidak jauh dari persimpangan jalan dekat rumah. Cabut Pak! Berharap bisa lebih cepat menuju halte busway terdekat, halte Mampang Prapatan, saya sudah telat setengah jam. Eh, si bapaknya malah masuk ke gang-gang kecil, dan ternyata ada orang yang sedang hajatan, jalan (gang kecil pun) diblokir. Dan kami, (saya dan bapak tukang ojeg) harus memutar, mengambil jalan ke jalan besar, kenapa ga dari tadi coba?

Kamis, 15 Maret 2012

Membaca Media



“Iqra bismirabbikalladzii khalaq”  (Al-‘Alaq : 1)
Ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan adalah sebuah perintah untuk membaca. Membaca alam skitar, untuk kemudian mengenal Allah SWT. Membaca bukan hanya sebuah kegiatan yang terfokus pada tekstual saja. Sebagai manusia yang dikaruniai akal, kita juga mempunyai kemampuan untuk membaca keadaan secara kontekstual. Apa yang telah dilakukan orang-orang terdahulu dalam mengamati alam dan lingkungan sekitarnya, kemudian muncul menjadi hasil pemikiran dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Di era yang penuh sesak oleh media informasi ini, kemampuan membaca kita sangat diperlukan. Begitu banyak media yang ada, dengan berbagai informasi yang disampaikannya, yang terkadang bukannya menambah informasi, tetapi malah membuat kita menjadi bingung.

Jumat, 09 Maret 2012

Duduk, mendengarkan, melihat, tepuk tangan, sesekali tertawa.




Duduk, mendengarkan, melihat, tepuk tangan, sesekali tertawa.

Ketika menghadiri acara ini untuk yang ketiga kalinya, saya merasakan satu hal. Sesuatu yang dipelajari di kelas kajian media saya. Yaitu komodifikasi penonton. Komodifikasi berarti proses pertukaran nilai guna menjadi nilai tukar. Komodifikasi ini, sebagai bentuk paling nyata bagaimana kapitalis bekerja. (ini pengertian dari catatan kuliah saya, lupa ngutip dari mana).

Kok bisa menyimpulkan Komodifikasi Penonton?
Copyright © 2014 Jurnal Asri