Menyontek itu korupsi?
Menyontek, mungkin bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang wajar. Ini biasa dilakukan. Dari masuk Sekolah Dasar, SMP, kemudian SMA, bahkan sampai ke bangku kuliah, menyontek sangat marak dilakukan. Bahkan dari sekian banyak pelajar dan mahasiswa, mungkin hanya sekian persen yang benar-benar menyadari bahwa menyontek merupakan hal yang mencoreng integritas.
Dulu saya termasuk dari bagian mereka, (siswa-siswa yang mencontek). Hanya saja, ketika saya masuk sebuah pesantren dan mulai mengenakan jilbab, dan seiring tumbuh dewasa, lama-lama saya sadar bahwa menyontek merupakan pelanggaran atas integritas. Dan merasa malu ketika melakukan hal tersebut.
Saya masih ingat, terakhir kali saya menyontek yaitu saat kelas 2 SMA. Saat itu sedang ujian, dan saya tidak begitu menguasai materi yang diujiankan, akhirnya saya menyontek juga. Lalu bagaimana teman-teman sekelas saya? Dari mereka, tidak sedikit yang menyontek, dan mendapatkan nilai bagus di kelas.
Kesadaran itu muncul secara perlahan. Nilai-nilai agama yang diajarkan secara perlahan mulai meresap dalam keseharian saya, menjelma menjadi sebuah tingkah laku. Sejak saat itu, saya berjanji pada diri sendiri tidak akan lagi menyontek.

