Kamis, 23 Juni 2011

Peran Masyarakat Intelektual bagi Lingkungan


Bumi ini bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu.
Nyanyian-nyanyian sewaktu saya kecil banyak menceritakan tentang keindahan alam Indonesia. Salahsatu yang masih saya ingat adalah saking suburnya alam Indonesia, lautannya adalah kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, kemudian orang bilang tanah kita tanah surga, dan masih banyak lagi lirik lain yang menceritakan tentang keindahan alam Indonesia.
Lalu utopiskah jika saya memimpikan bumi Indonesia yang seperti itu?

Pluralitas Indonesia Dimata Pancasila


Bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Bhineka tunggal ika, diambil dari kitab sutasoma yang dibuat oleh Mpu Tantular yang hidup pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit.
Berbicara tentang pancasila, memang tidak akan pernah lepas dari sejarah Indonesia. Pancasila sebagai dasar falsafah negara merupakan model ideal pluralisme ala Indonesia. Pancasila adalah hasil perpaduan dari keberhasilan para Bapak Pendiri yang berpandangan toleran dan terbuka dalam beragama dan perwujudan nilai-nilai kearifan lokal, adat, dan budaya warisan nenek moyang.
Sebagai ideologi negara, Pancasila seakan menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Ia merupakan konsep ideal untuk menciptakan kerukunan aktif di mana anggota masyarakat bisa hidup rukun di atas kesepahaman pemikiran. Harus diakui bahwa keberadaan Pancasila benar-benar menjadi kalimatun sawâ’ (as a model of living togetherness) bagi masyarakat Indonesia.
Copyright © 2014 Jurnal Asri