Minggu, 09 Januari 2011

Cinta Berlatar Hujan


Suara gemuruh terdengar menggelegar disertai kilatan cahaya petir. Beberapa detik lagi hujan pasti turun. Awan hitam menggelayut di langit kota Bandung. Seorang mahasiswi baru saja keluar dari kelasnya dan berlari menuju parkiran kampus. Riri mengikat rambut panjangnya dan menggunakan helm kemudian. Sejurus kemudian ia sudah melengang dengan revonya.
Hujan benar-benar turun, dan seperti biasa jalanan menjadi macet ketika hujan turun disaat jam-jam  kepulangan pekerja. Riri terjebak dalam macet dan hujan deras. Kemeja dan jeans yang ia kenakan basah kuyup.

Sabtu, 08 Januari 2011

Saya di Tahun 2025



Mengingat kematian menjadikan hidup lebih berarti. Ya, karena dengan begitu kita berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Akan seperti apa dan bagaimana saya di tahun 2025? Pertanyaan ini menarik saya ke dalam perenungan yang mendalam. Semua itu dirumuskan dalam peta hidup. Di dalamnya dijelaskan apa cita-cita, planning hidup, serta strategi pencapaiannya. Seorang bijak berkata ‘seseorang dengan tujuan yang jelas akan mengalami kemajuan walaupun ada dalam jalan yang pahit.’ Itu lebih baik daripada sekedar hidup saja, tanpa arti dan tanpa makna.
Di tahun 2025 nanti, saya membayangkan menjadi seorang analis media yang handal. Seorang analis media yang kesehariannya membedah media dari berbagai sudut pandang ipoleksosbud, maupun manajemen sampai persaingan bisnis. Mengamati media Indonesia agar tidak keluar dari fungsinya sebagai pendidik dan penginformasi masyarakat, serta sebagai control social.

Jumat, 07 Januari 2011

Merapi Oh Merapi



Dua hari terakhir anak-anak Madrasah Ibtidaiyah di Desa Srumbung terlihat sumringah dan ceria sejak mendengar kabar dari guru mereka bahwa hari Rabu depan akan datang rombongan dari Jakarta untuk memberikan bantuan satu bulan pasca meletusnya Gunung Merapi.
Desa Srumbung  yang ada di kaki Merapi itu memang salah satu desa di Magelang yang terkena dampak langsung dari abu dan pasir yang menyembur dari gunung itu. Banyak pemuda yang diantara mereka merupakan mahasiswa yang membantu pemerintah beserta masyarakat setempat ketika membersihkan rumah-rumah dan bangunan sekolah dari abu dan pasir yang sangat tebal.
“Rombongan dari Jakarta itu membawa mainan banyak ya bu??” tanya seorang anak laki-laki  kelas IV itu polos.

Di Tanah Ini Aku Berdiri


Sebuah puisi untuk Cangkringan

Aku berdiri
Di sebuah padang yang luas
Padang luas, tidak datar namun bergradien
Bergelombang
Mengeluarkan asap
Dan menyemburkan bau belerang

Apa kabar diriku,
Jika saat kejadian aku ada disini?
Copyright © 2014 Jurnal Asri